Kota Benteng atau yang sekarang kita kenal Kota Tangerang, adalah sebuah kota di pinggiran Ibu Kota Jakarta. Kota ini cukup unik, terdapat beberapa Klenteng dan usianya cukup tua. Klenteng itu sendiri adalah sebutan yang hanya ada di Indonesia, yang berasal dari bunyi suara lonceng yang dibunyikan pada saat menyelenggarakan upacara. 

Klenteng Boen Tek Bio. Berdiri sejak tahun 1684. Merupakan Klenteng tertua di Kota Tangerang. Klenteng ini adalah Klenteng penganut Keagamaan umat Buddha, Kong Hu Cu dan Tao. Berada persis di jalan Bhakti, pasar lama, Kota Tangerang. Pasar lama adalah Sebuah Pecinan di Kota Tangerang.

Jalanan yang cukup sempit hanya motor bisa lewat, walau ada mobil lewat sini, namun sangat sulit sekali untuk kedalamnya. klenteng ini berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk. Namun kita bisa parkir kendaraan kita di sekitar jalan Kisamaun dan berjalan kaki sekitar 100 meter untuk kedalam.

Orang sedang sembahyang
salah satu sudut di dalam klenteng

Terlihat beberapa orang sibuk menghias klenteng yang akan di pakai dalam menyambut imlek. Jangan sungkan untuk bertanya-tanya disana, karena orang-orangnya ramah-ramah banget. Tadinya sih, kita hanya akan berada di sekitar depan  klenteng itu, eh malah kita diajak masuk kedalam melihat sekeliling di dalam Klenteng.

Terdapat beberapa Altar di dalam klenteng itu. Altar itu sendiri adalah tempat pemujaan. Namun kita tidak boleh berfoto di dalam Altar Utama di Klenteng itu. Altar utama itu merupakan bagian yang paling disakralkan di Klenteng ini. Namun untuk berfoto diluarnya sendiri sih tak apa-apa.

Tak seperti yang di bayangkan, bahwa klenteng ini kecil. ternyata halamannya sendiri cukup luas. Di dalamnya terdapat aula yang cukup besar, yang mungkin di gunakan untuk keperluan umat. Saya sendiri melihat ada sebuah Barongsai yang cukup panjang, mungkin di gunakan untuk latihan barongsai.

Aula di dalam klenteng
Lonceng di dalam Klenteng

Yang cukup unik disini, orang tionghoa disana itu bahasanya rada ke sunda-sundaan. malah ada yang memanggil dengan sebutan teh. cukup unik memang, karena rata-rata disini adalah Peranakan Tionghoa.

Peranakan Tionghoa sendiri adalah percampuran antara budaya Tionghoa dengan budaya lokal, yaitu sunda. walau tak semuanya bisa bahasa sunda, tapi beberapa orang yang saya lihat logat-logatnya agak kesunda-sundaan.

23 comments

  1. Di tanjungkait-mauk tangerang juga ada klenteng, kalo imlek pengunjungnya rame banget, yang datang dari jakarta juga banyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *