Dataran Merdeka

Ketika saya berkunjung ke Kuala Lumpur, saya berkunjung ke sebuah tempat yang bernama  Dataran Merdeka. Dataran Merdeka sendiri adalah sebuah lapangan yang cukup luas, yang merupakan tempat pelaksanaan ulang tahun kemerdekaan Malaysia setiap tahun sejak 1957, disana terdapat tiang bendera malaysia yang sangat tinggi yang katanya setinggi 95 meter, ada juga.muzium textile, perpustakaan dan yang paling terkenal adalah Sultan Abdul Samad Building.

Sultan Abdul Samad Building
Tak jauh dari Daratan Merdeka, saya melihat sebuah bangunan, hampir mirip museum, di depannya terpampang tulisan I Love KL, ternyata itu adalah Kuala Lumpur City Gallery. Begitu masuk ke dalamnya, kita akan disuguhkan oleh berbagai macam brosur, terutama brosur tentang pariwisata di Malaysia, transportasi, museum maupun kuliner yang ada di Kuala Lumpur
Awalnya saya sempat ragu mau mengambil brosurnya, saya takut nanti bayar lagi. tapi setelah melihat orang mengambilnya saya jadi pede ambil sebanyak mungkin untuk oleh-oleh, haha. tak cuma brosur yang gratis, wifinya pun juga, walau tak pakai paket data handphone saya tetap bisa update.
Yang menarik, ada sebuah replika Jamek’s Mosque, keren sekali replikanya, banyak juga foto-foto yang terpajang yang  mengisahkan tentang kuala lumpur masa lampau dan juga masa kini.

Jamek’s Mosque

Menurut saya, dengan adanya Kuala Lumpur City Gallery ini, kita bisa tau lebih jauh tentang Kuala Lumpur, terutama sejarah Kuala Lumpur itu sendiri. Di dalamnya terdapat Penjelasan sejarah berikut dengan foto-fotonya. saya memang tidak membaca semua yang ada disana, tapi saya salut aja, interiornya bagus, penataannya keren.

lalu saya memasuki sebuah ruangan yang mirip-mirip sebuah bioskop. ternyata bukanlah bioskop, melainkan sebuah replika Bandar Kuala Lumpur, bandar adalah sebutan oleh orang melayu. tak hanya sejarahnya saja kita bisa tahu, tapi kita bisa melihat sebuah kota Kuala Lumpur dalam miniatur mini. benar-benar cantik sekali ternyata kuala lumpur itu. cahaya yang bagus menambah daya pikat ketika melihat replika tersebut.

Ada juga sebuah layar yang menceritakan Kuala Lumpur masa kini dan masa depan. sebuah kota yang tertata rapi, kalau dilihat-lihat kuala lumpur itu seperti kota yang benar-benar ‘direncanakan’ pembangunannya. tidak asal jadi dan asal membangun saja, menurut saya sih begitu. 

Keluar dari area museum, kita akan melewati sebuah ruangan isinya tentang kerajinan tangan atau handcraft. terdapat berbagai macam handcraft, tapi menurut saya agak horor ketika kita mengunjugi area seperti itu, karena kebanyakan barangnya pecah belah dan mahal, ada pula handcraft dari Indonesia disana rupanya. barang-barangnya menarik tapi tentu di dukung dengan uang yang menarik juga.

20 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *