Mendengar kata Genting, pikiran saya langsung tertuju kepada salah satu judul lagu ada apa dengan cinta, berjudul Genting yang isinya luar biasa bikin galaunya, ternyata berbeda dengan genting yang ada dimalaysia ini, bisa dikatakan puncaknya Kuala Lumpur dan tidak akan buat kita galau tentunya. dengan perjalanan sekitar satu jam-an dari kuala lumpur. sungguh lancarnya menuju genting ini, tak ada istilah satu arah untuk arah bawah atau satu arah dari puncak, jalanannya pun sangat lebar walau sedang menaiki pegunungan.

Pada  21 February 1997 Genting skyway mulai diresmikan sebagai transportasi dari dan menuju Genting Highland. Bisa dikatakan ini merupakan transportasi yang efektif dan sangat ramah lingkungan. Tarifnya sekitar RM6.00 untuk sekali jalan dan RM12.00 untuk pulang dan pergi (2013). bisa menampung maksimal 6 orang berjejer rapih di dalam kereta gantung (cable car). 
Pacuan kuda seperti di d’ranch lembang
Awalnya sangat excited sekali, karena ini pertama kalinya naik kereta gantung, saking excited-nya sampai-sampai saya tidak duduk sama sekali dan hanya memotret sembari melihat pemandang sungguh indahnya, hijaunya pegunungan yang sangat lebat, ditambah udara yang sejuk, sekeliling hanya melihat hutan dan hutan dan kereta gantung tentunya.
Sedang asyiknya menikmati pemandangan tiba-tiba kereta gantung itu berhenti!, saya yang belum pernah naik kereta gantung sebenarnya sedikit panik, cuman karena gengsi jadi ya hanya bisa komat kamit dimulut aja. Sempat terpikirkan juga kalau berhenti  ditengah-tengah perjalanan turunnya bagaimana?. Sambil menunggu di dalam ketidak pastian,  tiba-tiba beberapa menit kemudian kereta gantung itupun berjalan lagi, fiuh akhirnya. Sadar baru sadar ternyata memang kereta gantung di genting ini berhenti setiap beberapa menit sekali, entah karena apa berhenti saya sendiri kurang paham.
Perjalanan yang tidak melelahkan sama sekali kendati sedang menempuh perjalanan sekitar 3,38 KM. begitu sampai puncak, kabut pun langsung menghampiri saya yang berjaket tipis ini. dinginnya kalau kata suporter bola ahay! sekali untuk yang ingin menikmati udara sejuk nan sendu. 
Di dalam Genting Highland itu sendiri terdapat hotel-hotel berbintang, restoran, permainan sejenis dufan dan yang saya denger katanya ada tempat casino, namun saya tak sempat melihat arena casino seperti apa karena baru sekitar 40 menit di  Genting Highland sudah balik lagi, untung sudah beli tiket skyway pulang dan pergi, otomatis tidak beli lagi. Akhirnya perjalanan yang menyenangkan itu berlanjut kembali dengan menaiki kereta gantung untuk pulang
Suasana menjadi mistis ketika kabut menyelimuti Genting Highland. Seperti hilang termakan dalam kabut, lalu kereta gantung itupun muncul kembali menembus kabut yang lumayan tebal. Tak henti-hentinya kabut menyelimuti Genting Highland membuat udara semakin sejuk walau lama kelamaan jadi kedinginan. Sempat terpikirkan bagaimana kalau naik kereta gantung pada malam hari ya? karena baru aja ada promo naik kereta gantung bisa pada malam hari. tentu beda sekali sensasinya dengan siang hari, karena siang hari saja kabutnya sudah seperti ini apalagi malam.
Beton penopang tiang-tiang kereta gantung sangatlah kuat itu terlihat dengan ditanamnya lebih dalam untuk beton kebawah tanah. Beton diperkuat karena tanah di pegunungan ini sangat lunak layaknya tanah di pegunungan pada umumnya. Saya melihat ada beberapa titik tanah yang longsor beruntung longsoran tersebut tidak berada di tempat tower.  
Perjalanan 30 menit yang sangat menyenangkan, walau sedang menaiki pegunungan setinggi 1,740 M, namun kita hanya duduk manis menikmati pegunungan itu sendiri. Hutan di genting ini bukan sembarang hutan ternyata, ada juga spesies fauna didalamnya, saya melihat ada seekor kera berwarna hitam seperti lutung yang saya pun hanya melihatnya di kebun binatang. Bagi yang mau menikmati Genting skyway ini bisa datang  7.30am – 7.30pm waktu malaysia (sumber rwgenting). Untuk mencapai Genting ini bisa menaiki bas (bus) salah satunya dari terminal puduraya kuala lumpur atau bisa naik taksi. 
Sumber : Wikipedia

40 comments

  1. waktu di Hong Kong saya juga pernah kejadian… Cable Car nya berhenti lama dan posisi cable car yang saya naiki tepat diatas bukit cadas. Dari speaker diberi tahu bahwa mereka sedang restart system. cukup lama juga terombang ambing disitu.. yang jelas gak berhenti berdoa tuh waktu itu..

  2. 2X ke Genting pas masih kul, 2x juga ga sempet naik cable car krn lagi maintenance. Jadi slalu naik mobil ampe atas. Kalo ke sana, aku slalu main di ThemeParknya. Dan ga prnh bosen naik wahana SPACESHOT. Kayaknya yang di Genting lebih terasa extrem drpd yang di Dufan. krn pas aku naik ke atas sebelum 'dibanting' ke bawah, kabutnya turun, so, kita yang di atas cuma sama-samar melihat ke bawah… ^o^ Gila itu seru banget… !!!!Pengen kesana lagi… Cuma mw nybain wahana2 extrem doang ;p

    1. Chris, what a delight when your writing is free flowing like that!And you never know, your words, those whispers from your beautiful unconscious mind, might just give you the clues as to how to live more freely in other parts of your life to23a8o&0;Jo#nna

  3. seru lho naik skywaynya, tapi enaknya kak udah nyobain theme parknya, saya cuman sekedar lihat aja, tapi emang waktu pas kesana lagi ga aktif gitu mungkin karena kabut juga kali yaa..

  4. Yang paling seru dari naik cable car ini ya… ANTRI-nya. Kemaren kesana pas wiken, antri sampe 3 jam waktu mau naik dan 2 jam waktu mau turun. Untung sempat menang sekian ratus Ringgit di Casino di Genting, jadi gak terlalu kecewa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *