Pulau cipir atau dikenal juga pulau kahyangan merupakan salah satu dari gugusan kepulauan seribu. letaknya tak terlalu jauh sebenarnya dari Jakarta. Bersebelahan persis dengan pulau yang terkenal akan sejarahnya yaitu pulau onrust. hubungan antara kedua pulau ini memang sangat erat sejak jaman hindia belanda dahulu.

Fungsi utama pulau cipir adalah sebagai tempat karantina para calon jamaah haji yang sakit maupun terinfeksi penyakit menular. Sarana pendukungnya sangat lengkap mulai dari rumah sakit, rumah dokter, rumah pasien, sampai deretan barak pemandian. Luas pulau cipir tak terlalu besar dibandingkan pulau onrust tapi kita bisa melihat banyak sekali bekas bangunan yang masih utuh, walau hanya utuh temboknya saja.

Suasana di dermaga muara kamal
Tak butuh waktu lama untuk mencapai pulau cipir, hanya 30 menit saja dari dermaga Muara Kamal, Jakarta Utara. Walau begitu saya harus menunggu dua jam lamanya untuk dapat sampai kesana, karena harus menunggu kapal tersebut balik dari pulau cipir maupun onrust dan menunggu penumpang lain yang ingin ikut. Penumpang akan selalu ada untuk menuju pulau cipir maupun onrust, bahkan sampai sore pun masih banyak penumpang, itu karena memang pulau favorit para pemancing mania. Tarif kapalnya sangat murah, hanya Rp. 30.000(2014) untuk pulang dan pergi tapi hanya satu pulau saja, dan Rp. 5000(2014) untuk tarif masuk ke pulau cipir.

 

Tak asing memang memasuki pulau cipir, karena sudah kedua kalinya saya kesini. Bangunannya bekas karantina hajinya masih tetap sama, namun ada yang berbeda yaitu dermaganya. yap, dermaganya ternyata sedang diperbaiki. Tampak cantik dengan cat berwarna hijau muda, menambah kesan adem bila ke pulau ini.
 
Meriam di pulau cipir
Ketika memasuki pulau, kita akan disambut dengan sebuah meriam yang lumayan besar. Letaknya persis ditengah pulau. Tak hanya satu ternyata, tapi ada dua meriam lainnya. letaknya memang berjauhan, tapi kedua meriam tersebut terletak seperti menghadap laut. 
 
Hadirnya meriam tersebut membuat tanda tanya besar bahwa sebelum pulau ini dijadikan tempat karantina jamaah haji. mungkin saja dulu digunakan untuk basis pertahanan belanda? Karena di sisi utara pulau cipir ada juga sebuah peninggalan berupa benteng yang tak terlalu besar besar namun kini tersisa hanya pondasinya saja.

 

Rumah Sakit karantina haji
Sekitar abad ke 19 atau sekitar tahun 1911an, para calon jamaah haji dari berbagai daerah yang akan pergi ke tanah suci, akan diperiksa kesehatannya kemudian jika ada yang terindikasi penyakit menular ataupun sakit maka harus di karantina dan dirawat di pulau cipir. Baru kemudian jika sudah sembuh dapat ditempatkan di asrama haji di pulau onrust. Bahkan jika sudah tiba dari tanah suci pun para jamaah harus ke pulau ini untuk di periksa kembali kesehatannya. Tak hanya para jamaah saja yang di periksa, masyarakat di kota batavia yang terjangkit penyakit menular pun akan diperiksa kesehatan dan di katantina di pulau cipir.
Karena dahulu tak ada pesawat terbang menuju tanah suci melainkan harus menaiki kapal laut selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dan mengapa harus di pulau untuk mengkarantina para jamaah haji? itu dikarenakan untuk membiasakan para calon jamaah terhadap udara laut selama dalam perjalanan. karena perjalanan yang memakan waktu itulah jamaah haji harus terbiasa dengan udara laut.

 

Pulau Onrust dari kejauhan

 

Terlihat pulau onrust dari kejauhan, mungkin jaraknya hanya “sejengkalan kaki”. Namun sayang harus terhalang oleh derasnya arus air laut. Padahal dahulu kala ada sebuah jembatan megah yang menghubungkan kedua pulau ini bahkan menjadi sandaran kapal-kapal yang ingin menuju kedua pulau tersebut. Namun karena dahsyatnya tsunami ketika meletusnya gunung krakatau, akhirnya jembatan itupun runtuh dan meninggalkan bekasnya hingga kini.

 

Pulau Cipir dari sisi barat
Kalau bisa di bilang, Pulau cipir merupakan pulau yang paling lengkap. Bagaimana tidak, wisata pantai, wisata memancing, bangunan bersejarah semua jadi satu. Namun sayang seribu sayang dengan hadirnya sampah meninggalkan kesan kotor. walau begitu bekas peninggalan karantina haji maupun rumah sakit sangat mengesankan, sangat cocok bagi pecinta sejarah.

 

Setelah hampir 4 jam lebih melipir di pulau cipir, akhirnya tiba juga kapal yang akan menjemput saya. Makin malam bukannya makin sepi, justru makin malam malah makin ramai yang ke pulau cipir maupun onrust. tentu di dominasi para pemancing yang akan memancing semalaman bahkan hingga pagi. pulau cipir maupun onrust memang tidak berpenghuni, maka dari itu para pemancing itu biasanya tidur di tenda, gazebo ataupun di dermaga.

29 comments

  1. BTW kalau mau ke Muara Kamal naik angkutan umum apaan ya? Malu-maluin ni diriku KTP Jakarta Selatan tapi ga pernah ngubek2 Jakarta Utara, hahaha. Pingin juga sekali-kali jadi anak pulau. 😀

  2. sangat tndah sebenarnya keadaan pulau-pulau di kepulauan seribu Jakarta ini. Sayang pulau yang paling selatan seperti pulau Cipir, pulau Onrust, pulau Bidadari, pulau Untung Jawa, pulau rambut, dsb. sangat kotor gara-gara sampah dari Jakarta..heemmmm. Berharap pulau-pulau di bagian utara tidak sampai kena sampah Jakarta.

  3. dari perempatan tol jorr daan mogot atau persis di depan mal puri agung banyak angkot sejenis carry tapi berplat hitam disana, itu langsung ke muara kamal. 🙂

  4. iya miris memang sampahnya ituloh segala macem ada, yang bikin miris lagi sampahnya ga cuman dari jakarta tapi dari pengunjung juga, sepertinya pulau di bagian utara jauh lebih baik karena letaknya sangat jauh dari jakarta 😀

  5. bisa abis dua postingan mas kalo diceritain dari awal, tapi terakhir dipakai sih jd pulau jamaah haji, nah sepertinya ada hal2 menarik nih kalo ada bangunan tua begitu hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *