7d7d1-foto1
Banyak cara yang bisa dilakukan pada bulan ramadhan yang suci dan penuh rahmat ini, salah satunya adalah dengan berwisata religi. Baik itu mengunjungi masjid, melakukan kegiatan sosial di panti asuhan, ataupun berziarah ke makam penyebar agama islam seperti wali songo ataupun lainnya. Dengan melakukan wisata religi, diyakini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang agama juga mempertebal keyakinan terhadap sang maha pencipta.
Kali ini saya mengunjungi salah satu masjid di daerah Tangerang yaitu Masjid Agung Nurul Yaqin. Sering disebut sebagai masjid pintu seribu karena memang memiliki pintu yang banyak layaknya lawang sewu di semarang. Lokasinya berada di jalan kampung bayur, Priuk Jaya, Tangerang, Banten. Tidak seberapa jauh dari perbatasan kota dan kabupaten Tangerang di jalan bayur raya.
b9d25-dsc_6177aa
Masjid Agung Nurul Yaqin atau masjid pintu seribu didirikan oleh almarhum Syekh Al Bakhir Mahdi pada tahun 1978. Selain memiliki bangunan yang luas dan panjang, masjid ini juga unik karena tidak memiliki kubah besar dan megah seperti masjid pada umumnya. Angka 999 tergambar disetiap lorong dan juga pagar. Angka tersebut merupakan pengabungan dari 99 nama-nama allah dalam asmaul husna dan jumlah dari 9 wali songo.
Tiba-tiba Muncul seseorang menanyakan waktu untuk berziarah, mungkin karena takut bentrok dengan waktu maghrib yang tinggal satu jam lagi. Setelah sholat ashar, akhirnya kami diajak untuk mengunjungi salah satu makam yang letaknya tidak seberapa jauh dari tempat shalat tadi. Terdapat tiga makam dan salah satunya adalah makam Sayyidi Syekh Abdullqodir Al Jaelani. Selanjutnya beliau yang tidak diketahui namanya itupun langsung memimpin doa didepan makam tersebut.
33eef-foto3
 Pada ziarah berikutnya, beliau mengajak ke sebuah bangunan berlantai empat yang ditutupi oleh pagar besi yang terkunci. Sebelum masuk, kami disarankan untuk menyalakan lampu senter selama perjalanan di dalam. Beruntung dua diantara kami membawa handphone yang bisa menyalakan lampunya. Dengan terbata-bata mengikuti langkah beliau yang sangat lincah melewati lorong demi lorong yang sangat sempit dan pendek. Jalanan yang berliku dan gelap persis seperti sedang melewati sebuah labirin.
Dengan perlahan namun pasti, akhirnya sampai di sebuah ruangan yang hanya di terangi oleh sebuah lampu. Terlihat empat buah lorong yang salah satunya ditutupi oleh pagar besi. Sepertinya ada makam didalam lorong-lorong kecil tersebut.
9b239-dsc_6142a
Suasana di dalam bisa dibilang sangat pengap, sunyi dan lembab. Tidak ada suara apapun keluar kecuali suara kami berlima. Secara tiba-tiba beliau mematikan satu-satunya lampu di ruangan tersebut. Gelap bukan main, menutup mata ataupun tidak sama saja, sama-sama gelap.
Kemudian beliau memulai ceritanya tentang kehidupan setelah di dunia nanti. Bagaimana rasanya ketika berada di dalam kubur, tidak ada cahaya, hidup dalam kegelapan, pengap, sunyi, tak ada satupun yang dapat menolong kecuali amalan selama hidup. Lalu kami pun diajak untuk sejenak merenung tentang kehidupan di akhirat kelak. Tak lama pembacaan ayat-ayat Al Quran pun dimulai, disaat itu juga seketika batin saya tercabik, menangis tanpa sebab. Muncul rasa takut kepada sang pencipta, rasanya saya tidak ada apa-apanya di dunia ini dibandingkan dengan sang maha kuasa Allah SWT.
Kami diberi waktu untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dan juga memohon doa yang ingin dikabulkan. Kurang lebih 15 menit terkurung dalam kegelapan akhirnya lampu dinyalakan. Selanjutnya beliau memohon sumbangan seikhlasnya untuk melanjutkan pembangunan masjid pada sebuah kotak yang sudah disediakan. Emang sih kalau dilihat, pembangunan masjid ini masih setengah jalan, bahkan banyak tembok yang belom di rapihkan lalu bangunan atap yang masih belom diselesaikan.
20879-foto5
Satu persatu akhirnya masuk kembali ke dalam lorong yang sempit dan sangat gelap itu. Sialnya, saya mendapat giliran paling terakhir. Panik bukan main manakala saya hampir ketinggalan dengan rombongan. Untungnya tidak ada yang membuntuti saya selama berada paling belakang.
Terlihat cahaya yang sangat indah muncul dari balik gerbang yang tadinya terkunci. Bersyukur masih bisa melihat cahaya matahari lagi. Sungguh perjalanan spiritual yang luar biasa. Dapat menjadi obat alternatif dalam mengisi kekosongan hati maupun batin. Rasanya menjadi sangat plong dengan masalah dan beban hidup yang tidak kunjung selesai juga dengan penyakit hati yang selalu bermunculan.
Mengunjungi masjid seribu pintu ini sangat tepat pada saat siang hari karena jika sore akan bentrok dengan waktu maghrib. Disarankan untuk membawa senter untuk dapat berjalan di lorong-lorong sempit dan gelap tersebut. Dan bersiaplah untuk merasakan sensasi  duduk di dalam kegelapan selama bermenit-menit.

Masjid Agung Nurul Yaqin (Masjid Pintu Seribu)
Jalan kampung bayur, Priuk Jaya, Tangerang, Banten.

47 comments

  1. Tangerang ini area bandara, kan Dede??

    1st pic, itu sebahagian dari masjid atau apa ya?? kelihatan seperti bangunan tinggal tidak berpenghuni…

  2. ya betul zila tangerang ni dekat area bandara, itu memang sebahagian dari masjid di sisi timur tapi bukan untuk sholat, banyak bangunan yang belum jadi makanya tampak seperti tak berpenghuni

  3. Interiornya hampir mirip sama Masjid Tiban di Malang ya Mas Bro? Banyak lorong dan bertingkat-tingkat. Tapi kalau dari foto di awal artikel ini saya pikir mirip seperti kastil, bukan masjid, hahaha. Tampak luarnya seperti bangunan tidak terurus gitu dan di dalamnya banyak lorong gelap ala “dungeon”.

  4. wah ternyata ada kembarannya di malang, hihi iya bro itu mirip kastil padahal sebenarnya itu bangunan yang belom jadi, nah itu dia, kata teman saya sih itu makam tapi saya ga berani liat ke lorongnya hihi 😀

  5. wah keren nih mas wisata religinya…bisa aja dapet tempat ginian mas mantap dah hiiii serem juga,..untung ada mbak” yg pake baju pink jadi gak serem deh hehe

  6. Baru tahu ada masjid demikian. Yah, benar-benar bisa jadi pengingat yang membuat kita benar-benar seakan merasakan alam kehudupan lain.
    Semoga wisata religi tersebut bisa membuat kita istiqomah menapaki jalan Allah. Aamiin.

  7. aduh aku tiba-tiba nyesek sendiri pad baca tiba-tiba lampu dimatiin *keadaan ruangan gelap gulita sepi + lembab kan*
    aku pengen banget ke sini tapi tiba-tiba takut asma kambuh kalo begitu keadaannya :((
    tapi seru banget perjalanannya

  8. saya mendengar desas-desus tentang masjid ini dede. kabarnya masjid ini terbengkalai karena si pendiri masjid dan keluarganya tidak memiliki dukungan finansial yang cukup untuk menyelesaikan pembangunan masjid ini.

    sayang sekali jika itu benar padahal masjid ini bisa menjadi sebuah karya yang monumental. ironisnya lagi, muncul cerita-cerita yang kebenarannya masih simpang siur tentang masjid ini.

    salam

  9. nah betul sekali mas masjid ini terbengkalai selama bertahun2 yg menjadikannya seperti masjid tidak terurus pada akhirnya mereka sedang membutuhkan biaya utk meneruskan mega proyek masjid itu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *