August 2, 2014 Dede Ruslan 53Comment
6c065-dsc_4530a2
Serem! mungkin itu kata yang pertama terlintas jika berkunjung ke kuburan apalagi dengan luas yang sampai berhektar-hektar. Suatu hal yang tidak biasa berkunjung ke kuburan tanpa ada maksud tertentu. Memang pada dasarnya orang mengunjungi kuburan hanya untuk keperluan semata seperti berziarah, tapi toh ternyata jalan-jalan ke kuburan bisa dijadikan alternatif dalam mengisi waktu luang.
Berlokasi di jalan imam bonjol, karawaci, tangerang. Tanah cepe merupakan kompleks perkuburan tionghoa yang luasnya bahkan melebihi saudara kembarnya yaitu tanah gocap. Keduanya memang di kelola oleh perkumpulan boen tek bio. Merujuk dari kata asalnya, cepe atau cepek merupakan serapan dari bahasa Hokkien yang berarti seratus. Konon dahulu tanah di perkuburan tersebut mencapai Rp.100 permeter.
dd712-dsc_4562a5a

Berbeda dengan tanah gocap yang ramai karena di lalui oleh jalan utama, tanah cepe bisa di bilang sangat sunyi dari hingar bingar keramaian. Padahal tak jauh dari sana terdapat kota satelit yang sangat padat seperti lippo karawaci maupun kota tangerang.

Hanya ada segelintir anak-anak kecil yang memanfaatkan luasnya lahan kuburan untuk bermain. Keberadaan mereka seakan mengingatkan saya saat masih sd yang pernah bermain ke perkuburan tionghoa di tanah kusir. Karena letaknya tidak jauh, bermain ke kuburan memang menyenangkan pada saat itu.

Pada waktu tertentu khususnya setiap bulan april, diadakan tradisi cheng beng yaitu sembahyang kubur khususnya bagi orang tionghoa yang di selenggarakan oleh perkumpulan boen tek bio. Ceng beng berasal dari bahasa Hokkien yang berarti terang dan cerah. Tradisi yang sudah turun temurun diadakan sejak zaman dinasti ming dimaksudkan untuk menghormati para leluhur dan sanak keluarga yang  sudah meninggal dunia.

86649-dsc_4816a12
Memang tak bisa dipungkiri banyak yang menganggap kuburan itu menyeramkan, apalagi dengan berbagai aksi uji nyali menantang setan yang sering diakan oleh televisi seakan menambah ketakutan orang untuk berkunjung. Terlepas dari sisi horornya, sebetulnya banyak sisi menarik dari kuburan, terlebih jika di tata semenarik mungkin sehingga tak nampak keseramannya.
Untuk dapat mengunjungi tanah cepe kita perlu meminta izin, minimal kepada penjaga makan. Selanjurnya kita dapat bebas mengexplore seluruhnya, namun ingat jangan asal menginjak apalagi sampai merusak. kita harus menghormati para arwah yang di kubur disana.

53 thoughts on “Hitam Putih Dikesunyian Tanah Cepe

  1. Kompleks kuburan Tionghoa emang luas-luas ya? Nggak heran jadinya butuh lahan berhektar-hektar. Di Jogja sini juga ada, namanya Gunung Sempu. Sesuai namanya, letaknya di bukit gitu. Pintu masuknya ada banyak, 7 klo ga salah.

    Tapi untung satu kuburan biasanya untuk satu keluarga. Kalau seorang satu, bisa-bisa luas kuburannya bisa satu kelurahan sendiri, hahaha.

  2. Pertama lihat foto pertama, saya kira daerah China2 gitu, mas.
    Baru tahu, kalau satu kuburan itu satu keluarga. Gali kuburnya dalem banget ya berarti 😮 ?

    Salam kenal dari Surabaya 🙂

  3. jepretannya itulah yang bikin suasan menjadi tambah makjleb…keren dan cerdas pisan kang pasti make jepretan yang harganya mahal kan?
    tanah cepenya jadi memerindingkan bulu bulu disekujur tubuhku euy…:D

  4. Wah kuburan yang mewah dan permanen Mas Dede. Tapi lama-lama kayaknya lahan akan habis buat kuburan kali ya, kalau kuburan dipermanenkan seperti ini. Mudah2an kita masih kebagian kavling rumah masa depan..ya Mas Dede.

  5. saya membayangkan kuburan ini seperti di Manila. di sana kuburan juga menjadi kompleks residen bagi orang-orang yang terpinggirkan. 🙁
    semoga tidak demikian di Indonesia kelak..

  6. hiii seremm juga ya mas dede di BW tambah aduhai euy…maafin lahir batin ya mas kalo ada salah….wah untung dah mas dede kesitu siang” coba kalo malem heheh

  7. iya mas, isi kuburan china bukan cuma mayatnya aja, tapi ada juga barang2 yang ikut ditanam bersama jenazahnya, katanya sih untuk bekal di akhirat.

    fotonya dikasih efek hitam putih, jadi tambah mistis

  8. Serem suasananya 😐 apalagi ditambah efek hitam putih foto… kalau aku sih agak takut kalau datang ke tempat seperti ini sendirian,. serem aja gitu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *