Malam minggu kali ini mungkin terasa sedikit berbeda, pasalnya kerabat saya sebut saja nabil akan mengajak kami bertiga yaitu saya, andre dan halim untuk berkeliling kuala lumpur. ini pertama kalinya saya merasakan keramaian malam minggu di kuala lumpur, karena sebelumnya ketika mengunjungi kuala lumpur pada pertengahan tahun 2013, hanya sekedar berkeliling sekitar hotel yang berada di jalan raja laut dan selebihnya hanya menonton acara tv lokal. Siang hari pun saya berkeliling hanya sebagian kecil dari besarnya kota kuala lumpur, mulai dari masjid jamek, pasar seni maupun petaling street. Namun untungnya kami mempunyai kerabat yang berdomisili disini, bisa mengajak kami berkeliling indahnya kuala lumpur dimalam hari.

Diawali dengan berkunjung ke KLCC dengan menara kembar petronasnya yang sudah menjadi ciri khas Kuala Lumpur bahkan Malaysia. beruntungnya kami dapat melihat pertunjukan dancing water yang mempesona. Dengan khitmatnya saya melihat pertunjukan air yang sedang menari diiringi oleh dentunan lagu yang syahdu dan lampu yang berkilauan berwarna warni.

Perjalanan selanjutnya kami lanjutkan menuju china town yaitu petaling street untuk sekedar mencari cendera mata khas kuala lumpur. Memang terasa seperti di glodoknya jakarta, dengan berbagai lapion menggantung diantara bangunan satu dan lainnya, serta banyaknya klenteng yang mengelilingi petaling street.
Kemudian nabil mengajak kami untuk melihat stesen lama kuala lumpur yang katanya sudah berdiri sejak tahun 1886. bisa dikatakan stasiun paling antik dengan banyaknya jendela yang tersilap didalamnya. Demikian pula dengan berbagai lampu yang menyinari, membuat bangunan tersebut tampak hidup biarpun usianya sudah sangat lawas.
Β 
Perjalanan diakhiri berkeliling di sekitar dataran merdeka yang terkenal dengan bangunan Sultan Ahmad Samad. Bangunan tersebut tampak megah berdiri di samping dataran merdeka yang luas. Hampir seluruh tempat di sekitarnya kami singahi mulai dari perpustakaan kuala lumpur serta kuala lumpur city gallery, sayangnya karena sudah malam jadi semua tempat yang kami singgahi sudah tutup.
Malam itu bertepatan dengan berlangsungnya car free day ala kuala lumpur di sepanjang jalan raja. Hampir sama seperti car free day di jakarta hanya saja mulainya pada malam hari. Malam yang indah dengan berbagai pancaran lampu kota menghiasi seisi kuala lumpur, mulai dari bangunan kuno sampai bangunan modern tampak hadir di kuala lumpur membuat malam minggu kali ini lebih berasa dan menyenangkan.

27 comments

  1. iyaa mba beda2 tipis sih sama car free day yg ada di jakarta, tapi so far enak kita bisa jalan2 ditengah jalanan tanpa khawatir kendaraan, biasanya adanya pas malam minggu mba :))

  2. Satu trivia tentang stesen keretapi lama KL itu, tingkapnya dibuat untuk menahan salji oleh arkiteknya sedangkan gak ada salji di kota KL ini! Haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *