August 22, 2015 Dede Ruslan 29Comment

 

Pancaran hijau toskanya memancing saya untuk berkunjung kesini, ke sebuah curug di Kampung Wangun, Sentul, Kabupaten Bogor. Panas dan teriknya matahari saat itu malah menambah semangat saya untuk sesegera mungkin memendamkan diri di dinginnya air terjun yang diapit oleh deretan bebatuan dan tebing besar ini.

Curug leuwi Hejo namanya, warga sekitar lebih mengenalnya sebagai curug bengkok. disebut demikian karena curug (air terjun) ini tidak berbentuk lurus seperti curug pada umumnya. itu dikarenakan adanya bebatuan-bebatuan besar yang membuat aliran air tidak lurus, seperti meliuk-liuk begitu. lain halnya dengan penamaan leuwi hejo, leuwi berarti aliran dasar sungai yang kuat sedangkan hejo berarti hijau kalau bisa diartikan berarti aliran dasar sungai yang yang kuat berwarna kehijauan.

 

Lokasinya berada di Kampung Wangun, Cileungsi Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Sungai yang mengairi curug ini merupakan sungai cileungsi. Bening dan warna hijau toskanya seakan mengingatkan saya dengan Green Canyon atau Cukang Taneuh di Pangandaran sana. dan disini pun saya bisa melompat-lompat dialiran sungai yang lumayan deras, sama seperti yang saya lakukan ketika berada di batu payung, Green Canyon.

 
Untuk mencapainya tidak terlalu sulit, hanya dua jam perjalanan dari jakarta. Dari the jungle sentul city kita mengambil jalan menuju pemandian air panas gunung pancar. Jalannannya memang sedikit hancur, dan ditengah perjalanan terdapat sebuah jembatan yang membuat saya khawatir untuk melewatinya, Pasalnya kita harus melewati kayu-kayu di landasan jembatan yang masih dalam perbaikan ini. ditambah dengan tanjakan curam setelah jembatan tersebut, alhasil terpaksa menurunkan teman saya ditengah jalan. dan membiarkannya jalan kaki, sementara saya melaju dengan kencangnya melewati tanjakan tersebut. 

Tak lama berselang, tibalah kami di sebuah rumah yang di depannya terdapat musholla, ternyata itu adalah rumah bapak RT setempat. biasa dipakai untuk parkiran motor dan tempat beristirahat bagi para pengunjung. Sebetulnya sudah dua kali saya kesini. yang pertama memang belum terlalu banyak yang berkunjung, bahkan papan petunjuk untuk ke curugnya sendiri belum banyak terpasang. Kami hanya membayar uang parkir sebesar Rp.5000 kepada warga sekitar yang lahannya dijadikan tempat parkir.Hal tersebut sangat jauh berbeda ketika kedua kalinya saya kesini. Tak hanya bayar parkir, saya pun diharuskan membayar Rp.5000 bahkan sekarang bisa sampai Rp10000 untuk biaya masuk curug leuwi hejo alasannya sih untuk biaya kebersihan dan pembangunan saung-saung untuk penginapan, hmm.. yasudahlah.

Awalnya sempat ragu, mau loncat apa tidak dan pada akhirnya saya memberanikan diri loncat di batu dengan ketinggian (±) 4 meter tersebut. Kelihatannya memang cetek (tidak dalam) dan begitu nyebur barulah berasa curug ini sangat dalam. Bahkan kaki saya pun tidak dapat menyentuh dasarnya. Hal inilah yang membuat kami ketagihan, alhasil berkali-kali hilir-mudik untuk melompat di curug yang berwarna hijau toska ini.

Ubud? Bukan ini di Sentul

Diperjalan pulang, saya disambut oleh deretan persawahan hijau yang terlihat seperti subak di ubud bali sana. ditambah dengan sungai kecil mengalir indah dibawahnya. Karena cuaca semakin gelap, akhirnya saya pun bergegas pulang, dan celakanya ditengah perjalan saya nyasar! sendirian pula, Alhasil tanya tanya aja sama warga sekitar jalan menuju rumah pak rt dimana, dan akhirnya berhasil yey.

kita juga dapat menikmati curug lainnya selain leuwi hejo ini dan ga letaknya ga jauh. Namanya adalah curug barong. memang tidak sebesar leuwi hejo, curug ini tidak terlalu dalam, tapi sensai meloncat loncat dicurug ini pun tak kalah seru kok, dan lebih private seperti curug pribadi karena tidak banyak orang yang berkunjung.

29 thoughts on “Cara Seru Menikmati Curug Leuwi Hejo

  1. Semakin banyak orang Indonesia yang jalan-jalan, semakin bermunculan pula objek2 wisata 'baru' yang belum banyak dikunjungi dan dipetakan dalam promosi pariwisata Indonesia. Bogor kayaknya emang rajanya curug ya mas. Akeh tenan 🙂

  2. Batu-batunya besar-besar jadi mereka merupakan objek yang asyik banget buat difoto, dan curugnya keren, menggoda banget buat dijadikan ajang cebur-cebur cuma berhubung saya belum bisa berenang dengan fasih jadi agaknya mesti berpikir dua kali :haha. Buat foto-foto juga keren banget, memang terasering Indonesia bagus-bagus (bukan cuma Bali) dan dengan long shutter speed itu aliran airnya jadi smooth banget, maknyuss pisan :hehe.
    Well, semoga semua kontribusi wisatawan itu dipakai untuk pos yang tepat supaya akses ke sana bisa lebih baik dan wisatawan bisa lebih nyaman dengan fasilitas baru seperti tempat sampah dan kamar mandi. Bogor memang keren!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *