Banten

Perjalanan Offroad Menuju Pantai Legon Pari

Long Weekend seakan menjadi hari yang sangat dinanti-nanti termasuk juga saya, hehe. Banyak yang memanfaatkan hari libur panjang tersebut dengan jalan-jalan, berkunjung ke sanak saudara atau hanya berdiam diri saja. Status di social media bermunculan diantaranya lagi otw nih, lagi di Bandara, Stasiun ataupun Terminal Bus, tak terkecuali saya dan beberapa teman lainnya yang malam itu juga sudah bersiap untuk pergi menuju Pantai Sawarna yang terletak di selatan provinsi banten.

Sepanjang perjalanan melalui tol Ciawi sih ga terlalu macet, justru setelah keluar tol kemacetan baru terasa sangat parah, hal itu disebabkan oleh jalan yang sedang diperbaiki di sekitaran perbatasan kab. sukabumi dan kab. bogor.

8 jam Perjalanan sudah kami lalui untuk sampai di pantai sawarna. Kemacetan tidak hanya terjadi diarah menuju sukabumi, bahkan sekitaran pantai sawarna pun tidak kalah parah, hal ini disebabkan oleh parkir yang sembarangan juga lalu lalang kendaraan yang ingin masuk juga keluar.

Penuh dan sesaknya pantai sawarna memaksa kami untuk mencoba alternatif pantai lain yang letaknya ga jauh-jauh amat yaitu Pantai Legon Pari. Jaraknya sih memang ga jauh, tapi kondisi jalanannya rusak yang membuat sedikit memakan waktu untuk mencapainya. Bahkan kami harus melewati Jembatan goyang yang beralaskan kayu dan hanya muat satu motor saja. Dibawahnya mengalir deras sungai yang menuju pantai Sawarna. Untuk sampai ke jembatan goyang tersebut harus melalui tanjakan yang lumayan curam dengan jalanannya yang kecil.

Tidak berhenti sampai disitu, kami dihadapkan dengan jalanan yang sangat rusak dan berbatu. Saking rusaknya, beberapa kali saya harus turun dari motor karena tidak memungkinkan untuk jalan berboncengan dijalanan rusak dan menanjak. Sampai jugalah di pantai yang disebut Legon Pari ini. Lumayan sepi sih jika dibandingkan dengan pantai sawarna yang ramenya kebangetan. Saking sepinya, bahkan saya tak melihat adanya homestay disini, hanya warung-warung kecil dipinggir pantai, itupun jumlahnya tidak banyak.

Sedang asyik – asyiknya memotret disekitar pantai karang bereum datanglah guyuran gerimis yang perlahan menjadi sangat lebat dan memaksa saya untuk segera berteduh diwarung-warung kecil dipinggiran pantai. Ketika sudah reda, sejenak kami menikmati derasnya ombak di pantai karang taraje yang letaknya ga tidak jauh dari pantai legon pari.

Untuk bisa sampai ke pantai karang taraje kami harus melewati  pantai legon pari. Seru sih, ini pertama kalinya saya diajak untuk berkendara motor dipinggir pantai melewati pasir-pasir, sesekali ombak menerpa motor yang saya naiki. Karena melewati pasir, banyak diantaranya yang “ketelen” oleh pasir di pinggir pantai dan harus dibantu untuk mengeluarkannya.

Setelah dirasa cukup puas, perjalanan pulang pun tak kalah extreme. Situasi sudah menjelang magrib, matahari yang tadinya sangat cerah perlahan berganti menjadi kegelapan. kamipun harus pulang dalam keadaan gerimis, Jalanan yang rusak, licin dan berbatu ditambah banyak turunan dan tanjakan curam sepanjang jalan dan akhirnya memaksa saya juga teman lainnya yang dibonceng untuk turun dari motor. Beruntung, saya sempat membawa headlamp dan itu sangat membantu sekali disaat kegelapan yang menemani sepanjang jalan.

Perjalanan off road  itupun pun akhirnya berakhir setelah melewati jembatan goyang yang hanya muat satu kendaraan. Cukup puas lah pokoknya menikmati pantai yang sepi pada saat long weekend seperti ini. Pantes saja tidak terlalu banyak pengunjungnya, untuk mencapai lokasi aja jalanannya extreme begitu. mungkin kalau jalanannya sudah bagus seperti menuju pantai sawarna pasti beda ceritanya. Ini ceritaku saat long weekend, mana ceritamu?

66 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.