Memang ya, pengalaman pertama selalu saja memberi kesan, entah kesan baik atau buruk. Salah satunya adalah pengalaman pertama saya ketika mengunjungi negeri Tetangga yaitu Singapura. Destinasi yang sudah di idam-idamkan sejak lama akhirnya terwujud juga. Hari itu mungkin yang terindah bagi saya #tsah. Pasalnya orang tua saya yang dulu pernah ga menginzinkan untuk pergi ke singapura, eh ini malah ngajakin pergi kesana. Duh, mimpi apa ya semalam tiba-tiba diajakin kesana. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung mempersiapkan segala halnya mulai dari membuat paspor, tas yang yang digunakan dan perlengkapan lainnya. Ngomong – ngomong soal pengalaman pertama, berikut adalah berbagai cerita baik atau buruk ketika mengunjungi negeri tetangga:

1. Gugup, ketika Pertama Kalinya Naik Pesawat 

Tepat tanggal 15 juni 2012, hari yang dinanti-nanti tiba juga. Ga hanya pertama kali keluar negeri, bahkan ini pertama kalinya saya naik pesawat. Kerasa dong gugupnya kayak gimana. Bahkan sebelum take off pun sampai kebelet pipis dan kebingungan caranya memakai sabuk pengaman. Beruntung fanny (salah satu rombongan) memberitahu cara memakainya. Sempat sedikit panik ketika pesawat bergoyang keras. Fanny pun tak henti-hentinya memberitahu saya bahwasannya goncangan di pesawat itu sudah biasa dan saya pun bisa kembali tenang kembali sembari membaca doa di sepanjang perjalanannya.

IMG_5588.jpg

2. [hampir] kehilangan handphone

Sebelum menuju ke hotel terlebih dahulu kami makan malam di sebuah restaurant Melayu di daerah Geylang. Emang sih riweuh banget saya malam itu. Ribet ngurusin handphone yang sudah ditaruh diambil lagi dan di taruh lagi. Drama bermula ketika handphone yang sudah ditaruh tersebut hilang! kok bisa?

Saya yang ketika itu berada di dalam bus pariwisata sampai lari-larian untuk kembali menuju Restaurant tempat tadi makan. Ga hanya waiters-nya, bahkan pemilik restaurant pun saya tanya, Sampai akhirnya sang empunya Restaurant itu mengajak saya ke sebuah ruangan yang didalamnya penuh dengan monitor CCTV. Ternyata seluruh ruangan di Restaurant itu terekam oleh cctv tanpa terkecuali pintu masuk menuju toilet. Sang pemilik restaurant pun menyakinkan saya untuk menunggu hasil rekaman CCTV esok hari.

Sempat terpikirkan untuk memeriksa satu persatu tas lainnya dalam satu bus, tapi Jufri (tour guide) Dengan aksen melayu-nya memberitahu kepada saya bahwa dia tidak berani melakukan itu sendiri, semua sudah ada Police yang mengatur, jadi kita serahkan saja ke petugas yang berwenang. Saya pun hanya pasrah menunggu kepastian hasil cctv. Banyak ibu-ibu satu rombongan yang memberi nasehat kepada saya kalau memang rezeki pasti balik lagi. Amin semoga aja hal itu terwujud.

Malam harinya tumben-tumbennya saya insomnia, ga bisa tidur karena mikirin handphone yang hilang. Baru seminggu memegang hp itu ditambah itu merupakan pemberian dari kaka saya, harus bilang apa nanti. Malam harinya, saya hanya bisa berserah diri kepada sang kuasa, memohon ampunan, memohon agar dapat  menemukan handphone yang hilang. Barulah setelah itu saya bisa tidur dengan lelapnya.

Tepat pukul 12.00 Malam waktu singapura, saya terbangun ketika mendengar bunyi alarm yang cukup keras. Setelah diselidiki, ternyata suara alarm tersebut berasal dari handphone saya yang hilang di tas. “Terima kasih ya Allah” teriak saya di dalam kamar hotel.  Mungkin karena terselip, jadi tidak menemukannya ketika sedang dibongkar di dekat Restaurant. Setelah ditemukan, saya pun bisa terlelah tidur di tengah malam itu.

Pagi harinya, saya memberitahu kepada jufri bahwasanya handphone yang hilang itu sudah ditemukan. Jufri pun bilang sempat melaporkan masalah tersebut ke police, dan akhirnya dia cancel kembali laporannya tersebut.

IMG_5699.jpg

IMG_5862.jpg

3. Patung Merlionnya sedang Maintenance

Jauh – jauh ke Singapura, eh patung Merlionnya lain Maintenance. Kecewa banget sih sebenernya. Padahal baru dua minggu lalu teman saya pergi kesini dan dengan bebasnya bisa berfoto-foto dengan patung merlion juga dengan air mancur yang fenomenal itu.  Niatnya pamerin ke dia, eh ga jadi, hiks. Emang bukan rezekinya mungkin, ditambah waktu yang diberikan hanya sepuluh menit untuk bisa berfoto-foto di sekitar patung Merlion. Udah dikasih waktunya sebentar, eh si alim malah ke toilet. Pergi ke toiletnya sendiri bisa memakan waktu lebih dari lima menit, alhasil dia tidak sempat berlama-lama di patung merlion, untuk dapat berfoto saja kami harus curi-curi waktu. Inilah ga enaknya pake tour, semua sudah terprogram dan tersusun. Disetiap destinasinya diberikan waktu dan tak jarang harus terburu-buru untuk mengunjungi semuanya.

IMG_5868.jpg

4. Mendadak Gagap Bahasa Inggris 

Kisah lain datang ketika saya berada di daerah Little India. Disana ada supermarket bernama Mustafa Centre. Kami diberikan waktu satu jam untuk membeli pecah bela di supermarket yang terkenal dengan murahnya itu. Disaat ingin berbelanja, ada satu rombongan yang memohon kepada saya untuk ditanyakan harga tas yang dia inginkan. Dengan pedenya saya pun memulai pertanyaan dengan bahasa inggris.

“Hmm.. Excuse me sir, how much …….. this” dengan nada terbata-bata sembari menunjukan jari ke sebuah tas. Karena kebingungan, sang penjaja supermarket malah nanya balik barang apa yang dimaksud. “Duh apaan yak bahasa inggrisnya tas” ucap saya dalam hati. Sempat berusaha untuk mengatakan sesuatu namun malah membuatnya semakin bingung. karena sudah terdesak, akhirnya bahasa tubuh berbicara. saya pun mengambilnya dan menanyakan langsung kepadanya.  Memang ya, terkadang bahasa tubuh lebih tokcer dari pada bahasa english 😛

IMG_5984.JPG

5. [hampir] kehilangan tiket kapal

Satu hari satu malam saya menghabiskan waktu di kota Singapura. Rencananya sore itu kami akan bertolak ke Batam dengan menggunakan kapal Batam Fast. Setelah Dua jam lebih menunggu, tiba juga akhirnya waktu keberangkatan saya dan rombongan lainnya. Belajar dari pengalaman sebelumnya, tak lupa saya saya mengecek kelengkapan barang bawaan termasuk Paspor, Gadget, Dompet apalagi handphone yang baru seminggu dipake.

Satu persatu rombongan masuk ke dalam kapal dengan menyerahkan tiket sebesar kartu ktp yang digunakan untuk masuk kedalam kapal. Saat hampir berada diantrian paling depan, saya tersadar tiket untuk masuk kedalam kapal tersebut hilang! mana hampir semua rombongan sudah masuk kedalam kapal. Hanya saya dan alim yang belum masuk kedalam kapal. Berusaha membongkar tas dan hasilnya nihil. tak luput kantong celana, jaket dan tetep aja ga ketemu. sampai akhirnya si alim melihat ada sebuah tiket yang jatuh didekat pintu keberangkatan. Dan ternyata itulah kartu yang dicari-cari. “Terima kasih ya Allah atas pertolongannya!” tak henti-hentinya saya mengucap syukur. Akhirnya bisa balik ke tanah air dengan selamat. kejadian itu membuat sempat heboh (lagi) satu rombongan.

ada apa tadi?”  ibu-ibu dalam satu rombongan bertanya

itu kartunya dede jatoh”  si alim langsung menjawabnya

dede lagi dede lagi hmmm”  serentak ibu-ibu satu rombongan pun berteriak

Malam harinya kami tiba di pelabuhan Sekupang, Batam. Lega banget rasanya bisa sampai di tanah air. Rindu sama masakannya, rindu sama orang-orangnya, pokoknya rindu deh, padahal cuman sehari semalam yaa di negeri orang tapi berasa beban banget hehe. Pengalaman enak atau tidak enak yang terjadi di negeri tetangga seakan menjadi pembelajaran kedepannya untuk bisa lebih hati-hati, lebih waspada dan tidak ceroboh. Dibalik masalah pasti ada hikmahnya, bagaimana pengalaman pertama kamu keluar negeri?

35 comments

      1. Pedig ezt itt olvastam: “Ahoz, hogy létrehozhass gyűjteményt, regisztrált Kindle kell. Tehát tényleg kell aktív internet ka;#‰olat.&c8221pÃsn még nem regisztráltam, és be sem kapcsoltam a WiFi-t, erre céloztam.

      1. It appears that Congress is slowly moving to require that all cell phones work on every network. If they finally act (it usually takes them fore)erv, we can look forward to keeping our cell phone and using any network.

  1. Berkunjung ke negeri tetangga, sampai saat ini kedua kaki belum sempat menjejaknya, hanya bisa mata, kedua jari, dan imajinasi yang bisa kesana :’)
    Tubuh dan seutuhnya belum bisa, belum waktunya atau belum rejekinya ah sama saja…

    Perihal naik pesawat pun juga belum pernah haha
    Belum rejekinya mas, gak bisa foto sama foto merlin di singapura. Coba lain kali 😀

  2. Berkunjung ke negeri tetangga, sampai saat ini kedua kaki belum sempat menjejaknya, hanya bisa mata, kedua jari, dan imajinasi yang bisa kesana :’)
    Tubuh dan seutuhnya belum bisa, belum waktunya atau belum rejekinya ah sama saja…

    Perihal naik pesawat pun juga belum pernah haha
    Belum rejekinya mas, gak bisa foto sama foto merlin di singapura. Coba lain kali 😀
    Hahahaahaha sedih

  3. Pengalaman pertama memang selalu membekas.
    Aku pun masih inget banget perjalanan pertama ke Singapura, nangis2 nggak jelas gara2 culture shock dan nggak punya temen buat cerita karena traveling sendiri. Hahaha

    1. dan biasanya dari pengalaman pertama ini buat pelajaran utk kedepannya semoga bisa lebih baik lagi 🙂

      aku juga sama kak culture shock bgt krn disana terbiasa tertib lalu lintas aku jd heran 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *