Jakarta,  New Post

[Foto] Kesunyian Jakarta Ketika Ditinggal Mudik

Tahun ini genap 30 hari lamanya kita berpuasa. Tepat pada tanggal 4 Juli 2016, Pemerintah melalui kementrian agama yang dipimpin oleh Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwasannya kita akan merayakan idul fitri 1 Syawal 1437 pada tanggal 6 Juli 2016, itu dibuktikan dengan adanya hilal atau bulan sabit muda pertama yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia (sumber). Sontak eforia menyambut lebaran pun dirasakan semua orang yang merayakannya, termasuk balik ke kampung halaman atau isilah bekennya Mudik.

Kata Mudik yang berarti mulih dilik mempunyai arti yaitu pulang sebentar. Seiring berkembangnya Zaman, kata Mudik mengalami pergeseran makna. Mudik sering dikaitkan kata ‘udik’ yang artinya kampung atau desa dan saat ini lebih erat diartikan sebagai suatu kegiatan pulang kampung halamannya saat libur lebaran saat ini. (sumber)

Terutama di Ibukota Jakarta. Sebagai kota megapolitan dan kota terbesar di Indonesia, nuansa menyambut lebaran sangat berasa. Selain sibuk berbelanja baju lebaran, membuat ketupat dan hidangan khas lebaran, hal lainnya yang sangat dirasa adalah mulehnya orang-orang yang merantau ke kampung halamannya masing-masing.

Berhubung tahun ini saya ga mudik ke Ciamis, jadilah saya hanya berdiam di kota Big Durian. Ga mudik bukan berarti ga ada yang bisa dilakukan, bahkan sebelumnya saya mendengar ada sebuah event yaitu #nikonjakartasepiXI yang diadakan oleh Nikon. Sebagai Nikoners, moment berkumpulnya para fotografer dari Nikon maupun lainnya ga akan terlewatkan.

Bertempat di depan sebuah restoran cepat saji di bilangan Sarinah. Karena telat 30 menit jadilah saya ga kebagian kaos, Pembagian kaos hanya untuk 250 orang yang datang pertama. Setelah sambutan dan sepatah dua patah dari para panitia, para peserta hunting yang mungkin bisa mencapai lebih dari 250an orang tersebut tumpah ruah menyusuri sekitar Jalan Thamrin.

Kota Jakarta sepi pas lebaran? fakta banget. itu saya buktikan ketika berada di perempatan sarinah yang biasanya selalu ramai oleh kendaraan maupun pejalan kaki, ini sepi banget. Banyak kejadian unik dan konyol yang dilakukan oleh para peserta hunting. Mulai dari tidur di Jalan raya, foto-foto ditengah jalan, Hunting foto model sampai bermain uni di tengah Jalan. Sungguh ini hal yang ga mungkin dilakukan kalau bukan saat lebaran.

Kesepian kota Jakarta ga hanya di perempatan sarinah, bahkan ketika saya berjalan kaki sampai perempatan Kementrian Agama pun tak kalah sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang berhenti karena lampu merah. beberapa kendaraan pun melaju dengan kencangnya, eits jangan melupakan keselamatan yak.

Hunting pun berpindah dari sarinah menuju Bundaran Hotel Indonesia atau lebih dikenal sebagai Bundaran HI. Disepanjang jalan menuju kesana, berderetan model beserta para penggiat foto yang siap memotret setiap gerak dari sang model. Semua orang tampak tumpah ruah, bahkan sampai memenuhi trotoar dan jempatan penyebrangan.

Yup, itulah gambaran betapa sepinya Jakarta ketika lebaran. Kota yang biasa selalu ramai dengan kendaraan lalu lalang. Moment lebaran kali ini memang dimanfaarkan kebanyakan orang untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga atau berkunjung ke tempat wisata. Jalanan sih memang sepi, tapi tidak untuk tempat wisata, terutama saat saya melewati monas, ramai orang mengantri untuk bisa sampai di puncaknya icon Jakarta.

Walaupun bulan puasa sudah pergi, semoga dengan moment idul fitri ini membuat kita semakin baik dan kembali suci seperti bayi yang baru lahir, oleh karena itu tak lupa saya Dede Ruslan mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1 Syawal 1437 h, mohon maaf lahir dan batin. Untuk kalian yang mudik, semoga selamat diperjalanan dan bisa balik kembali dengan selamat. 🙂

 

93 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.