January 2, 2017 Dede Ruslan 4Comment

Tahun sudah berganti, tapi memori pada tahun sebelumnya tentu tidak akan terganti. Dan inilah kilas balik perjalanan pada tahun 2016 :

1. Berawal dari Majalengka

Diawal tahun 2016, tepat pada tanggal 1 setelah merayakan efuria tahun yang baru, paginya kami langsung menuju ke Maja, sebuah kecamatan di kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Destinasi tujuan utama kami memang ke argapura, sebuah tempat perkebunan bawang yang luas. yang menjadikan daerah ini terkenal karena teraseringnya. Cocok banget bagi pecinta fotografi, apalagi suasana menjelang matahari terbitnya aduhai. Lelukan dan hijaunya perkebunan bawang yang sudah meninggi memang sedap dipandang. Eits, tapi kita musti berhati-hati, pasalnya tanah disini begitu gembur, saya saja berkali-kali merasakan longsor tanah, maka harus waspada tanah gembur, kita juga harus menjaga kelestarian alam sekitarnya.

Pulang dari kebun nenek yang luas di argapura, kami melanjutkan perjalanan ke Curug Muara Jaya yang tak seberapa jauh lah dari argapura. Awalnya sih sepi, begitu agak siangan dikit wisatawan lokal langsung membanjiri area curug. Saya yang tidak berniat mandi pun langsung turun dan hanya menjajal kamera saya untuk dapat spot low exposure di air.

Agak sorean dikit hujan mengguyur dengan derasnya perjalanan kami menuju Curug Goa Lalay. Dinamakan demikian karena memang disana banyak binatang lalay (kelelawar). Tak lama hujan berhenti, kami langsung meluncur menuju Goa Lalay dengan menuruni batu yang sangat terjal dan licin. Begitu masuk ke dalam goa, bau dari kotoran lalay sangat terasa. Baunya seperti kotoran ayam tapi ini sangat menyengat. tumpukan demi tumpukan kotoran menyerang saya yang sedang hunting foto, alhasil kamera, baju dan topi habis dengan kotoran lalay.

Cukup lama saya menghabiskan waktu disana sampai akhirnya dipaksa balik karena sudah cukup sore, ditambah sudah turun hujan dan khawatir terjadi arus yang deras di sungai. Yup itulah segelintir kisah diawal tahun 2016 yang menyenangkan karena bisa meng-explore daerah yang sama sekali kita tidak bayangkan sebelumnya.

2. Berkunjung ke Jayapura hingga perbatasan Papua Nugini

Mengunjungi Provinsi Papua bisa dibilang ngeri-ngeri sedap, selain karena faktor keamanan yang belum stabil, juga dengan penyakit malaria yang masih menjadi stigma buruk bila berkunjung ke provinsi paling timur indonesia ini. Tapi itu terbantahkan saat saya mengunjungi Yayapura pada pertengahan Januari 2016.

Perbukitan, Danau dan Laut begitu menyatu lengkap menjadi suatu kesatuan. bisa dibilang jayapura itu lengkap. Berada satu pulang dengan negara tetangga Papua Nugini menjadikan papua wilayah yang strategis, terutama bagi pedagang yang akan membeli perlengkapan rumah tangga baik itu di Papua Nugini ataupun Provinsi Papua.

Perjalanan menuju perbatasan tidaklah sejauh dari Jakarta ke Surabaya, cukup 2 – 2,5 Jam saja kita sudah sampai di perbatasan dengan Negara Papua Nugini. Perjalanan yang cukup bikin jantung berdebar manakala saya tak melihat ada satupun rumah penduduk mapupun aktifitas. Keramaian hanya terjadi di perbatasan saja, disana terdapat pasar tradisional maupun sebuah bank milik pemerintah. Maka dari itu tidak disarankan berpergian ke perbatasan pada malam hari.

Sampai di pintu masuk salah satu diantara kami harus memberikan ktp dan begitu masuk pintu berikutnya petugas memastikan bahwasanya tidak menggunakan kamera digital ke dekat perbatasan, saya yang saat itu bawa langsung menaruh rapat-rapat dalam tas.

Tak hanya ke perbatasan, kami pun masuk ke dalam wilayah regional Papua Nugini. Gile ini pertama kalinya saya masuk ke negara lain tanpa passport. Tak jauh dari gedung imigrasi terdapat sebuah pemandangan pantai yang indah dengan laut yang biru dan pasir yang putih. Rasanya ingin sekali bermain dipantai itu, tapi saya tak yakin dengan keamanan disana, ditambah tak membawa pasport yang legal untuk berkunjung ke negara lain.

http://i1152.photobucket.com/albums/p496/Dede_Ruslan/Cq2rYRvUMAADdBu_zpsncfhftbt.jpg

3. Serunya Family Gathering Jawa Tengah 2016

Berkeliling Jawa Tengah dalam mempromosikan visit jateng adalah hal yang sangat dinanti-nanti. Saya dan 12 orang blogger lainnya berkesempatan untuk dapat menikmati indahnya pariwisata di Jawa Tengah. tiga hari berlangsung sangat padat dan singkat namun dapat semua yang diinginkan seperti wisata budaya, wisata air, mengunjungi perbukitan, berkuliner sampai menjadi tamu penting di ulang tahun jawa tengah dengan parade kebudayaan setiap kabupaten dan kota.

Hari pertama adalah hal yang paling dinanti, pasalnya kami yang baru tiba di kota semarang pada pagi hari sudah disambut dengan wisata dalam air di Umbul Ponggok, lalu dilanjutkan dengan wisata sejarah di Candi Kembar Plaosan dan diakhiri dengan pertunjukan wayang orang yang dilakukan langsung oleh para pejabat di lingkungan Provinsi, Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah.

Hari berikutnya kami harus bangun sangat pagi untuk melihat matahari terbit di Phuntuk Setumbu lalu melihat hijaunya pegunungan Rhema diatas gereja ayam yang lokasinya tidak seberapa jauh dari Phuntuk Setumbu. Siang harinya selepas Makan siang dan check in di Puri Asri Resort permainan air progo rafting dimulai, kami dibagi dengan 5 team dengan masing-masing 5-6 orang. Malam harinya adalah puncak acara dari ulang tahun Jawa Tengah. Kami diharuskan memakai pakaian resmi dan batik. Walau hujan sempat mengguyuri sebelum acara, beruntung saat acara berlangsung tidak terjadi hujan dan berakhir dengan sangat khidmat.

Di penghujung hari terakhir sebelum kembali ke kota semarang, kami mampir sejenak ke candi gedong songo yang letaknya berada di kaki gunung ungaran. kemudian dilanjutkan makan siang di Susan Spa Resort sembari berfoto-foto ala instagrable dan berakhir di kota semarang, sebelumnya kak bulan, kak lenny dan kak richo memohon izin pamit turun karena akan menuju destinasi selanjutnya, sedangkan Ghana dan Mas Danang pun balik ke rumah masing-masing di Semaran dan Solo.

4. Merasakan Pengibaran Bendera di Istana Merdeka

Rasa cinta akan tanah air muncul saat saya melihat detik – detik pengibaran bendera merah putih pada perayaan ke 71 tahun Kemerdekaan Indonesia. Ini adalah kedua kalinya saya merayakan pengibaran bendera. Tampak sangat berbeda karena tidak terkesan tegang, suasana pecah saat Pak Presiden Jokowi datang untuk bersalaman dengan para tamu undangan satu persatu sembari berselfie ria.

Kemunculan kereta kencana pembawa bendera pusaka dirasa sangat unik karena ini terjadi hanya tahun ini saja, juga dengan serdadu yang berpakaian jawa tradisional ikut mendampingi pembawaan bendera pusaka menuju mimbar presiden.

Acara pengibaran pun berjalan lancar selanjutnya diakhir acara terdapat pertunjukan kebudayaan dari berbagai provinsi di Indonesia, juga dengan hiburan penyanyi dari Raisa dan Kaka Slank yang sangat merdu membawakan lagu nasional dan tradisional juga lagu modern masa kini.

Moment kemerdekaan tahun ini dirasa yang paling istimewa dan paling membanggakan. selain acara sakral yaitu pengibaran bendera lancar dan penuh khidmat, selanjutnya deretan pertunjukan kebudayaan dan musik pun menambah suasana meriah.

5. Kondangan Terjauh Ke Negeri Tetangga

Dua bulan yang lalu tepat pada september 2016, kawan saya Nabil yang berdomisili di Kuala Lumpur mengundang saya dan kawan lainnya ke acara pernikahan dia yang akan digelar pada akhir bulan November. Kami pun langsung menggelar pertemuan mendadak untuk membicarakan ke acara pernikahan yang akan dilangsungkan di Malaysia. Bisa jadi ini adalah kondangan terjauh saya selama ini.

Menjelang detik – detik hari pernikahan, saya pun meminta izin kepada nabil untuk meminjam baju melayu yang dia punya yaitu cekak musang tentu dengan songkok (peci) dan sarong kecil.

Tata cara kondangannya pun hampir sama hanya berbeda sedikit, persamaannya adalah sama-sama memberikan amplop, dan perbedaannya dari tata letak dan cara mengunjungi kondangan, dimana terdapat meja bundar yang sangat banyak dan juga tidak terdapatnya tempat duduk untuk orang tua asang penganten. Dan uniknya disini penganten yang datangi tamu bukan sebaliknya tamu yang mendatangi penganten.

Keinginan untuk dapat mengenakan baju melayu setidaknya sudah tercapai di tahun ini, saking noraknya saya sampai jalan-jalan di mal dekat one city, Subang Jaya, Selangor dengan memakai baju melayu. Dan yang paling bikin terharu, nabil memberikan baju melayunya untuk saya, sungguh saya sangat berterima kasih sekali karena akhirnya mempunyai baju melayu yang diidam idamkan. Terima kasih banyak nabil 🙂

4 thoughts on “Kilas Balik Perjalanan Tahun 2016

  1. Seru! 2016 kemarin bisa dibilang tahun di mana aku jalan jalan terbanyak keliling kota hehe. membaca ini, membuatku iri krena kamu punya banyak pengalaman dan momen di tiap perjalanan tersebut. terus, kalau di tahun ini dibikin planning nggak, mau ke mana saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *