December 13, 2017 Dede Ruslan 20Comment

Tahun 2017 ini ga seperti tahun sebelumnya, tak banyak resolusi saya yang sudah tercapai termasuk pergi ke destinasi impian. Walau begitu, saya merasa tahun ini begitu spesial, pasalnya saya bisa belajar banyak hal yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Belajar menerima kenyataan dan mensyukuri yang sudah didapatkan. Saya percaya, semua yang terjadi baik atau buruk pasti ada hikmah yang dapat diambil.

Memang, sebelumnya saya selalu mengeluh apa yang sudah didapatkan padahal orang lain menganggapnya sebagai hal yang bagus, namun saya punya pandangan berbeda akan hal itu. Sampai akhirnya saya ditegur oleh sang maha kuasa Allah SWT karena ketidak bersyukurnya saya.

Belajar Menerima kenyataan

Entah apa yang membuat saya gelap mata sehingga memilih resign dari tempat lama dan beralih untuk bekerja di tempat yang notabene malah jauh dari rumah. Ya, ”calon” tempat kerja saya memang berlokasi cukup jauh di Depok sedangkan saya dari Bintaro. Impian akan bekerja di tempat yang baru dan mendapatkan pengalaman yang lebih ”menantang” tadi ternyata hanya isapan jempol semata alias omong kosong belaka.

Tanpa konfirmasi lebih dahulu, tempat kerja yang saya elu-elukan itu telah mengganti kandidat yang sebelumnya adalah saya dengan orang lain. Saya sangat kecewa manakala sudah terlanjur resign dan tidak ada tempat kerja penggantinya. Dengan lapang dada, akhirnya saya menerima kenyataan bahwa saya akan menganggur setelahnya.

Bersyukur dan bersyukur

Pepatah mengatakan seperti nasi yang sudah menjadi bubur, tapi menurut saya masih enak kok ditambahin suwiran ayam dan kecap. Saya rasa ini adalah pembelajaran untuk selalu berfikir ulang akan suatu tindakan, tidak tergiur oleh pemikiran sesaat dan senantiasa bersyukur akan banyak hal.

Awalnya memang pesimis banget akan kehidupan nanti, tapi saya teringat akan obrolan semalam dengan Vira dan Bena di sebuah mal di bilangan senayan, Jakarta. Mereka mengatakan tentang profesi seorang blogger yang menurutnya sangat menjanjikan. Saya pun bersyukur tiada henti manakala blog yang awalnya hanya untuk mendapatkan nilai mata kuliah itu bisa menjadi sebuah profesi yang dapat menghasilkan pendapatan.

 

 

 

Rezeki yang tidak disangka-sangka

Malam itu saya mengecek email dan mendapati sebuah undangan blogger di daerah senopati, jakarta selatan. Senang bukan main manakala ini job pertama saya sebagai blogger yang telah vakum berbulan-bulan. Dia adalah Uni yang merekomendasikan saya untuk hadir dalam event tersebut. Ditambah hari berikutnya saya kedapetan event di daerah Tangerang, menjadikan saya semakin siap menjadi full time blogger.

Singkat cerita, empat bulan lamanya menjadi fulltime blogger dan akhirnya kembali kepada niat saya yaitu mendapatkan pekerjaan. Ya, rasa sakit hati yang teramat dalam karena merasa dipermainkan akhirnya terobati. Akhir tahun ini saya mendapatkan pekerjaan yang hampir mirip dengan pekerjaan sebelumnya menjadi IT Network. Alhamdulillah, berkat doa, kesabaran dan ikhtiar terus menerus membuahkan hasilnya. Memang benar, Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya.

Tak lupa saya berterima kasih sekali kepada teman-teman yang mengundang event blogger ataupun agensi yang sudah memilih saya untuk hadir pada event-event atau gathering blogger. Selain menambah teman, datang ke event blogger juga menambah wawasan saya akan banyak hal, mulai dari financial, kesehatan sampai teknologi. Ya, walau ga bisa fulltime seperti dulu, kalaupun waktunya bersahabat, pastinya saya akan hadir kembali dan berkumpul bersama teman-teman blogger lainnya dalam suatu kesempatan ataupun acara 🙂

20 thoughts on “Flashback 2017, Tahun Penuh Pembelajaran dan Rasa Beryukur

  1. Selalu mengeluh dgn apa yang didapat padahal orang lain menganggapnya hal bagus! Ini, aku ikut tersentil. Dan harus lebih bersyukur lagi… Nyatanya di luar sana untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dgn keinginan tidaklah mudah. Pernah juga ngalamin kek gini, tergiur dgn materi yg bertopeng omong kosong! Hiks

  2. “sebelumnya saya selalu mengeluh apa yang sudah didapatkan padahal orang lain menganggapnya sebagai hal yang bagus” << kadang masih suka merasa begini, duh berasa ditabok Harus banyak-banyak bersyukur lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *