Lain-lain,  Review

Yuk, Jadi Pelopor Mudik Sehat, Aman dan Selamat

Setelah satu bulan berpuasa, akan tiba saatnya kita menyambut kemenangan. Satu bulan menahan hawa nafsu dari lapar, dahaga, dan hasrat lainnya yang terpendam dan pada akhirnya kita akan “menang”. Setelahnya, kita akan menyambut hari yang Fitri, hari pertama di bulan syawal pada tanggalan Hijriyah. Filosofi dari fitri berarti suci dari dosa yang dilakukan. Dimana saat Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Di Indonesia, punya tradisi unik menyambut Idul Fitri yaitu Mudik. Kata mudik berasal dari kata “udik” yang artinya selatan/hulu. Mudik sendiri sering diartikan dengan balik ke Kampung Halaman. Kata baru ini muncul di kota Batavia yang saat ini bernama Jakarta. Wilayah selatan Batavia adalah penghasil bumi yang unggul. Maka munculah wilayah kebon jeruk, kebon kopi, kemanggisan, dll. Dari mobilitas para petani inilah muncul istilah milir-mudik, yang artinya sama dengan bolak-balik dari kota menuju ke ladangnya.

Hampir sama dengan zaman sekarang, namun mudik diartikan lebih luas yaitu balik ke kampung halaman, menuju tempat asal dan bersilaturahmi bersama keluarga. Mudik menjadi hal yang wajib dilakukan apabila Idul Fitri tiba. Rasanya tidak lengkap bilang lebaran tidak mudik ke kampung halaman.

Jumlah pemudik setiap tahunnya bertambah, seperti peningkatan dari 2016 ke 2017 sebesar 2,44% atau sejumlah 18.603.081 pemudik [sumber]. Walau begitu, resiko akan kecelakaan selama mudik masihlah tinggi. Walau jika dibandingkan dengan tahun 2016, tahun 2017 kemarin relatif turun 41,2 % dan diharapkan tahun 2018 ini akan semakin turun [sumber]. Resiko akan kecelakaan tersebut semestinya bisa dicegah dari diri kita sendiri.

Sehubungan dengan pentingnya keselamatan dan kesehatan selama Mudik, Kami dari Blogger diundang oleh Kementrian Kesehatan pada acara Mudik Sehat, Aman dan Selamat, bertempat di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Hadir pula Ibu Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek SpM, memberikan pengarahan kepada para masyarakat. Kami disini juga ikut berperan dalam mensosialisasi melalui dunia sosial akan pentingnya kesehatan selamat mudik, terlebih jika harus berjam-jam dalam perjalanan pulang ke kampung halaman.

Kementrian Kesehatan juga ikut serta dalam pengecekan kesehatan para pengemudi, melakukan edukasi dan menyiapkan pos-pos kesehatan yang tersebat di Terminal Bus, Pelabuhan, dan menyiapkan layanan darurat 119.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan mudik, salah satunya menjaga fisik yang sehat dan tetap prima sebelum mudik dan selama mudik. Itu diperlukan agar tetap konsentrasi selama perjalanan.

Periksalah selalu kondisi kendaraan, dengan melakukan cek ban, mesin, oli, karbutator dan lainnya. dan untuk para driver, dipastikan beristirahat minimal 15 menit setelah mengemudi selama 4 jam lamanya. Karena mengemudi lebih dari 4 jam akan membuat tubuh lelah, yang berakibat pada ngantuk dan kurang konsentrasi.

Hindari meminum obat-obatan dan minuman penyebab ngantuk, sebelum dan selama mengemudi dan Disiplin pada rambu-rambu lalu lintas, saling menghormati sesama pengendara dan pastinya kendalikan kecepatan kendaraan, jangan sampai melebihi batas maksimal yang telah ditetapkan.

Dan pastinya, jangan lupa untuk berdoa sebelum perjalanan, memohon kepada sang maha kuasa agar diberikan keselamatan dan kelancaran dalam proses balik ke kampung halaman. Insya Allah, kalau niatnya baik untuk silaturahmi, perjalanan pun akan lancar, dengan didukung persiapan yang memadai dari kendaraan, fisik yang prima dan bekal yang cukup.

Pada acara ini juga, satu persatu diminta menjelaskan perjalanan mudik yang akan dijalani. Salah satunya mba Dewi, yang akan mudik ke Madiun dengan menggunakan mobil Avanzanya. Perjalanan yang cukup lama menuju Jawa Timur tersebut membutuhkan kondisi yang sangat prima, karena bisa memakan waktu hingga belasan jam.

Acara diakhiri dengan sesi foto bareng dengan berbagai komunitas, termasuk dengan para Blogger. Dan dengan diadakannya sosialisasi Mudik Sehat 2018 ini, diharapkan angka kecelakaan di jalan raya dapat berkurang, dan menumbuhkan rasa sadar akan resiko kecelakaan, dengan mempersiapkan berbagai persiapan sebelum berkendara, atau melakukan perjalanan mudik Lebaran.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.