Culinary,  New Post

Belajar Food Photography itu Menyenangkan

Sebagai seorang yang hobi memotret, saya senang sekali mempelajari tehnik-tehnik baru dalam photography. Dari semuanya, saya memang penggila tehnik long exposure. Saking gilanya, saya bisa menghabiskan waktu yang lama untuk memotret sebuah benda bergerak. Ga hanya long exposure di pantai, bahkan memotret kesibukan pengendara mobil dari ketinggian punya seni tersendiri. Apalagi di tol dalam kota, melihat deretan mobil yang membentuk seperti garis putih dan merah.

salah satu tehnik photography yaitu panning

Tehnik photography memang banyak macamnya. Ga hanya long exposure, tapi saya juga mempelajari human interest, foto model, freeze sampai panning. Dan yang baru saya pelajarin ini adalah food photography. Memang, niche blog saya mengkhususkan tentang food dan travel. Tapi jujur, saya sendiri ga begitu paham soal foto makanan. Bermodalkan sebuah dslr dengan lensa fix, saya pun mulai foto makanan dengan ilmu photography yang dahulu dipelajari. Ya, walau untuk food ini memang agak beda sih.

Beruntung nih, saya diajak untuk belajar food photography bersama Sigma yang bertempat di grom, lotte shopping avenue, lantai GF. Kami diajari oleh sang master food photography yaitu mas anton adisubroto. Ga cuman sekedar hobi, bahkan beliau sudah menjadikan food photography sebagai sebuah profesi yang menguntungkan.

Acara belajar food photography sendiri diawali dengan sambutan hangat dari Ilotte sebagai sponsor acara yang diwakili oleh bapak Steven. Sambutan kedua dari Grom yang diwakili oleh bapak Ravi. Grom sendiri merupakan gelato lezat yang berasal dari italy. Yang berbeda dari gelato lainnya adalah penggunaan bahan yang alami, seperti buah-buahan segar atau berbagai jenis kacang-kacangan tanpa pemanis buatan.

Sesi belajar dimulai dari jenis-jenis food photography. Terdapat dua jenis, yaitu food still dan food lifestyle. Perbedaan mencolok adalah bagaimana foto itu dibuat. Food still foto yang cuman menampilkan makanannya saja tanpa ada frame lain. kalau food lifestyle, ga hanya foto makanan, tapi menampilkan suasana tempat, orang atau letak makanannya. Bisa dibilang food lifestyle itu bagaimana gambaran orang atau tempat dan makanan menyatu.

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam food photography :

Pencahayaan

Memang, untuk menjadikan sebuah foto itu bagus, pencahayaan juga harus pas. Selama ini mungkin saya sangat bergantung dengan cahaya matahari ataupun cahaya dari dalam cafe/restoran. Kami diajari bagaimana lighting dari sigma bisa berfungsi maksimal.

Angle

Ga kalah penting, angle atau sudut pengambilan gambar ini penentu bagaimana foto kita pas dilihat orang. Tanpa angle yang pas, foto ga nikmat dipandang. Dalam food photography, angle ada tiga jenis. Pertama angle dari atas, samping dan potrait tengah. Angle dari atas memang lebih cocok untuk foot lifestyle, karena semua side terlihat. Untuk angle samping cocok untuk kedua jenis food photography yaitu food still dan lifestyle. Angle potrait tengah cocok untuk food still karena berfokus dengan makanannya saja.

Komposisi

Agar food photography semakin indah, komposisi ini memang penting. Selain komposisi dari segi kamera tentang dasar triangle yaitu aparteur, diagrafma dan exposure. Komposisi dari penampilan makanannya perlu diperhatikan. Seperti hiasan dari makanan atau meja kayu yang membuat foto terlihat lebih nyata.

Setelah mendengarkan penjelasan, akhirnya kami memulai praktek langsung dua jenis food photography tadi. Dengan tambahan lighting dari sigma, nampaknya foto yang saya potret ini makin bagus dan indah. Untuk food lifestyle kami belajar untuk foto model yang memegang sebuah es krim gelato dari grom.

Ga hanya foto, kami juga mencoba langsung es krim gelato lezat dan alami dari grom. Saya memilih kacang ijo dengan campuran krim. Enak banget! saya juga mencoba beberapa es krim gelato lainnya. Saya paling suka rasa coklat. Jujur, rasa coklatnya berasa banget, ga terlalu manis dan ini rasanya seperti ada pait-paitnya gitu, tapi inilah rasa asli coklat. Ada juga rasa buah mangga yang nyegerin banget.

Saya sendiri baru sadar bahwa food photography itu ga sekedar jepret foto makanan aja, tapi ada seni dibalik itu semua. Seperti yang tadi dijelaskan, yang dulunya saya cuman tau food photography itu foto makanan aja, ternyata ada dua jenisnya. Untuk gelato tadi, dari semua menu saya paling suka coklat gelato grom. Berasa banget coklatnya, dan pastinya bikin nagih, hehe.

4 Comments

Leave a Reply to Baktiar Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.