Review

Mumpung Masih Muda, Yuk Mulai Berinvestasi

Sudah sejak kecil saya diajarkan untuk menabung, baik oleh orang tua atau guru di sekolah. Bahkan di sekolah dasar saya, diwajibkan menabung minimal seminggu sekali. Menabungnya bukan di bank, melainkan di guru saya sendiri. Kami diberikan sebuah buku tabungan yang nantinya dipakai untuk mencatat uang masuk dan keluar. Kalau ditotal-total, tabungan saya mencapai 300.000 dalam satu tahun saat itu.

Berlanjut ke sekolah menengah pertama, saya malah boros. Saking borosnya, uang jajan sehari pasti habis. Sampai akhirnya guru biologi saya bilang kalau uang yang kalian sisihkan setiap hari, jika ditunggu dalam setahun akan banyak. Dia mencontohnya misal menyisihkan 3000 sehari, dalam setahun sudah bisa 1.095.000. Itu udah lebih dari cukup untuk membeli handphone. Karena saya waktu itu ingin sekali memiliki handphone, tapi orang tua tidak membelikan, alhasil saya pakai cara menabung. 

Omongan guru biologi saya benar. Akhirnya, karena menabung saya bisa membeli handphone dan target tercapai. Lalu selanjutnya saya dihadapkan dengan keinginan-keinginan lain yang belum terpenuhi, misal motor, tas, baju, ps 2, dll. Memang ga mustahil sih menabung, tapi waktunya pasti bakal lama, dan barang yang saya incar bisa jadi udah ga dijual.

Sedikit belajar mengenai ilmu ekonomi, bahwa investasi itu bisa melipat gandakan uang yang kita tanam, akhirnya saya mulai pelajari dasar-dasar investasi. Istilah Investasi dikaitkan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Perbedaannya dengan menabung, uang akan tetap atau bahkan berkurang karena biaya administrasi bank, tapi investasi fluktuatif. Artinya bisa turun, tapi bisa juga naik, tergantung resiko investasinya apa.

Beruntung saya dan teman-teman blogger lainnya ikut dalam acara workshop mengenai investasi bersama prudential. Dimana kita bakal dijelasin mengenai investasi + proteksi dari prudential atau dinamakan dengan Asuransi Jiwa Unit Link. 

Dalam sesi pertama, Himawan Purnama (AVP Head of Product Development – Prudential Indonesia), menjelaskan tentang konsep dasar asuransi. Intinya, asuransi itu adalah perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Yang saya suka dari Asuransi Jiwa Unit Link ini, kita bisa berinvestasi sekaligus mendapat proteksi asuransi dari Prudential. Pasti dikasih lebih ya kan?

Konsep dari Asuransi Jiwa Unit Link adalah Perusahaan  hanya bertindak sebagai pengelola/penanggung. Nasabah membayar premi kepada perusahaan. Premi yang telah dibayarkan dikonversi menjadi unit. Harga dari unit yang terbentuk tersebut akan mengikuti kinerja dari investasi yang dipilih. Unit digunakan sebagai pembayaran Biaya Asuransi dan akumulasi Nilai Tunai. Bila nasabah mengalami kondisi sesuai dengan perjanjian, maka Perusahaan akan memberikan sejumlah manfaat kepada nasabah. 

sdr

Dalam sesi kedua, mas Irvan Ferdiawan sebagai (AVP Head of Investment – Prudential Indonesia) menjelaskan perihal detil investasi yang dapat dipilih. Intinya investasi itu fluktuatif. Bisa rugi dan untung, tergantung mau ambil resiko yang tinggi atau rendah. Jika ambil investasi yang menguntungkan besar, resiko ruginya juga tinggi. Begitupun sebaliknya, jika mengambil resiko yang rendah tapi untungnya tidak besar. 

Jenis investasi yang memiliki resiko rendah yaitu reksa dana. contoh lain yang memiliki resiko tinggi tapi mempunyai peluang yang tinggi juga yaitu saham. Tapi saham tidak bisa dipastikan alias berubah-ubah setiap harinya. 

Investasi ga harus besar, yang penting “disiram” terus menerus secara berjangka misal 10 tahun. Ibaratnya sebuah bibit pohon mangga, yang disiram terus menerus akan besar dan menghasilkan buah nantinya. Dijamin, masa tua kita nanti lebih berarti karena tinggal menikmati hasil yang sudah ditanam.

Mas Irvan pun pun memberi contoh seperti menghemat Satu Cup Coffee saja setiap hari. Misal satu Cup Coffee itu harganya 40.000. Jika diinvestasikan dalam setahun saja pasti akan berlipat-lipat keuntungannya. Ingat, semakin lama uang bekerja, maka akan semakin pintar. Yuk berinvestasi dari sekarang, demi masa tua yang bahagia.

#PastiDikasihLebih

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.