Butuh Property? Datang aja ke Property Expo

Butuh Property? Datang aja ke Property Expo

Bicara property memang tidak melulu soal investasi. Karena tak bisa dipungkiri, banyak juga yang membutuhkan property untuk tempat tinggal. Apalagi di tahun 2019 ini trendnya semakin positif. Terutama pada sektor residensial, karena diperkirakan akan meningkat pada 2019.

Semakin meningkatnya kebutuhan property didukung juga dengan semakin banyaknya usia pernikahan yang membutuhkan rumah baru. Apalagi usia saya ini sudah banyak yang mempersiapkan kebutuhan berutamtangga seperti mempunyai rumah sendiri, walau tinggal di rumah mertua sebenarnya tidak seburuk yang dibayangkan, tapi alangkah baiknya mempunyai rumah sendiri.

Sebenarnya sih udah dua tahun ini saya rajin berkunjung ke property expo. Alasannya satu, untuk mencari property baik itu rumah atau apartement yang sesuai budget dan tidak jauh dari tempat kerja. Karena cost sangat diperhitungkan, saya jadi amat selektif dalam memilah yang namanya property. Karena nantinya property ini bukan untuk investasi, melainkan untuk ditinggali jikalau saya sudah menikah nanti. Walau tidak dipungkiri, investasi di bidang property patut amat diperhitungkan.

Memang tidak secepat investasi di bidang saham misalnya, property ini relative lama tapi trendnya terus meningkat setiap tahun. Bisa dibilang pelan tapi pasti. Itulah property. Walaupun turun, tapi resikonya tidak sebesar saham.

Kembali membahas property expo kemarin, ada apa aja sih? Nah ga cuman tentang property misal rumah, apartement, pergudangan, atau ruko. Di sana juga ada workshop tentang mengelola rumah gitu. Lumayan membantu banget bagi saya yang akan memiliki rumah nantinya nih.

Merawat rumah itu gampang-gampang susah sih. Ya, pada intinya harus rajin-rajin bersihin dan memeriksa kebutuhan rumah. Termasuk kerusakan-kerusakan kecil, misal bocor, apabila tidak diatasi segera akan berdampak besar nantinya. Karena di balik rumah yang bersih dan terawat, ada seorang penghuni yang rajin merawatnya.

Ga hanya seputar membahas rumah, saya juga sempat berkeliling-keliling di area property expo. Fokus saya memang rumah di wilayah Tangerang. Kenapa Tangerang? Karena Tangerang itu tidak terlalu padat seperti kabupaten Bogor dan banyak kota mandiri yang berdiri di sana. Semisal BSD City, Gading Serpong, atau Alam Sutera. Untuk kebutuhan sandang dan pangan tidak diragukan lagi.

Jadi ga perlu yang namanya keluar dari kota Tangerang atau kota Tagerang selatan, karena di Tangerang pun membeli kebutuhan, atau fasilitas misal kesehatan, olahraga banyak tersebar.

Memang, untuk mendapatkan rumah yang murah dan letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Tangerang agak sulit. Banyak perumahan justru berdiri di kabupaten Tangerang misalnya Tigaraksa, Maja yang lokasinya memang jauh dan masih sepi penghuni Sdibanding wilayah Serpong dan Bintaro.

Untuk kebutuhan tadi, balik lagi ke individu masing-masing sih. Kalau saya memilih untuk kebutuhan tempat tinggal pertama, sebagai modal juga jika nanti sudah menikah jadi ga perlu pusing mikirin tempat tinggal dan pastinya tidak tinggal di indahnya rumah mertua. Kalau rumah utama sudah didapat, barulah saya berani untuk berinvestasi rumah.

Investasi rumah bisa dibilang merupakan passive income atau pendapatan pasif. Passive income adalah penghasilan yang akan Anda peroleh tanpa perlu terlibat secara aktif . Sama halnya seperti sewa kostan atu kontrakan yang merupakan passive income.

Nah, jadi kalian membutuhkan property untuk Kebutuhannya untuk tempat tinggal atau sekedar untuk investasi semata? Jika kebutuhan untuk tempat tinggal pastikan cost transportasi dari rumah ke kantor. Jika itu investasi, pastikan lokasinya menguntungkan, dan berdiri berbagai fasilitas kesehatan, pendidikan, olahraga dan lainnya.

Sudah siap membeli property tahun 2019 ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.