New Post

Ketika Keterbatasan Tidak Menjadi Penghambat Untuk Menjadi Juara

August 16, 2020

Berbicara soal keterbatasan, memang bagi sebagian orang itu menjadi faktor penghambat seseorang menjadi sukses dan berkembang. Sebagai contoh, seseorang yang tinggal di pedalaman, mempunyai akses yang terbatas ke dunia luar, menjadi penghambat dirinya untuk bisa setara dari sisi pendidikan dengan yang lainnya. Tapi di sisi lain, keterbatasan jarak dan waktu menjadikan seseorang bermental pejuang dan tidak mengenal lelah. Sehingga rela menempuh berjam-jam perjalanan untuk bersekolah.

Jika diliat dari dua sisi, keterbatasan memang bisa menjadi positif ataupun negatif, tapi berbeda dengan pandangan kak Laura Laura Aurelia Dinda. Beliau adalah seorang atlet renang difabel yang sangat berprestasi. Dengan fokus saya mendengarkan nasihat dari beliau dalam Instagram Live yang diadakan oleh @homecreditid. Bincang seru tersebut membahas tentang #AyoMajuBersama dengan topik “Tetap Asik Hadapi Momen Serba Gak Pasti”

Beliau memang sudah menggemari olahraga renang ini sejak kecil. Cerita bermula ketika Kak Laura memulai renang untuk terapi asma. Memang beliau punya riwayat asma dan mengharuskannya untuk terapi asma dengan berenang. Ia mulai berenang saat umurnya sekitar tujuh tahun atau kelas empat SD.

Renang sudah menjadi rutinitas baru bahkan menjadi hobi, yang pada akhirnya menjadikannya seorang atlet. Kak Laura juga mendapat dukungan luar biasa dari kedua orang tuanya. Sejak saat itu dia sering memenangkan beberapa perlombaan. Sebut saja, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2015 bahkan sampai ASEAN Para Games 2017.

Peristiwa besar terjadi. Kak Laura terjatuh di kamar mandi, Ia jatuh di kamar mandi. Beberapa hari kemudian, disaat dia akan membungkuk badannya untuk mengambil ponsel yang jatuh di lantai. Ternyata, akibat jatuh di kamar mandi yang pernah ia alami beberapa waktu lalu membuat tulang belakang Laura patah. Ketika membungkuk, tulangnya terpisah. Setelah diperiksakan ke dokter, syaraf Laura tidak bisa ditolong lagi.

Kak Laura pun harus menerima kenyataan pahit. Ia mengalami kelumpuhan permanen. Awalnya sempat mengalami putus asa bahkan depresi, namun akhirnya perlahan bangkit bangkit dari keterpurukan.

Berkat usaha dan kerja kerasnya dalam berlatih renang juga kegigihannya dalam bangkit dari keterpurukan, akhirnya ia berhasil ikut dalam Olimpiade Paralimpik Nasional (Peparnas) XV tahun 2016. Selanjutnya, ia berhasil mendapatkan dua medali emas dari ASEAN Para Games 2017.

Selain menjadi atlet dengan berbagai prestasi, Kak Laura juga seorang mahasiswi psikologi di Universitas Gajah Mada. Menjadi seorang atlet tidak menjadikannya mengesampingkan ilmu pengetahuan terutama kuliah.

Kisah hidup kak laura tadi semoga menjadi inspirasi dan motivasi kita, terlebih di masa pandemi ini, dengan keterbatasan yang ada, banyak yang mengalami krisis ekonomi, tidak bisa berkumpul seperti dulu lagi. Yuk kita bangkit dari keterpurukan. Insya Allah, hari esok akan jauh lebih baik. Oh iya, berbicara soal kisah inspiratif, kalian bisa follow instagramnya @homecreditid dan ikuti hastag #AyoMajuBersama dijamin banyak obrolan seru dan menarik, yang pastinya menjadi motivasi dan inspirasi kalian.

Yuk, kita semangat dalam meraih cita-cita, jangan pantang harapan dengan keterbatasan yang ada, justru itu yang menjadikan kita semakin bersemangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.