New Post

(Pandemi Covid19) Waspada Boleh, Panik Jangan!

May 1, 2020

Siang itu, pemerintah Indonesia melalui Presiden Indonesia, Bapak Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid19 di Indonesia. Total ada 2 pasien yang terinfeksi covid19 yang lokasinya ada di Jakarta. Mereka berdua diketahui bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat. Tak berapa lama dari kasus pertama tadi, muncul beberapa kasus yang sama, berasa dari kluster kemang, Jakarta.

Bagaimana rakyat Indonesia menanggapi kasus pertama Covid19 tadi? panik bukan main. Supermarket penuh dengan orang yang berbelanja kebutuhan untuk sebulan. Banyak orang yang memborong kebutuhan pokok, mulai dari beras, mie instan, gula pasir, minyak goreng, dan lainnya.

Karena hal tadi, beberapa kebijakan dikeluarkan oleh pengelola supermarket yang akhirnya membatasi pembelian bahan pokok. Tak hanya bahan pokok di supermarket yang menjadi target konsumen yang panik. Ada hand sanitizer, masker medis yang mendadak kosong dari peredaran. Kalaupun ada harganya melejit tak masuk akal.

Sumber: Jakarta Post

Harga masker medis yang tadinya dibandrol 150an satu kotak isi 50, saat ini mencapai 400 ribu satu kotak isi 50. Begitupun hand sanitizer, yang mendadak menjadi barang langka. Saking langkanya, orang-orang berlomba-lomba untuk membuatnya sendiri. Bahkan ada yang menjadi penjual hand sanitizer dadakan, hasil kreasinya membuat hand sanitizer dadakan tadi.

Satu hal yang disayangkan, ternyata ada segelintir orang yang sengaja menimbun masker ataupun hand sanitizer untuk meraup keuntungan. Beruntung, polisi segera bertindak. Banyak diantaranya ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara akibat perbuatannya tadi.

Beruntung, semenjak pemerintah mengumumkan untuk penggunaan masker kain ini, masker medis pun perlahan tidak menjadi barang langka kembali, dan lebih difokuskan untuk penggunaan bagi tenaga medis.

Lantas apa yang perlu kita pelajari dari pandemi covid19 ini? Intinya jangan panik. Secara naluri manusia memang akan waspada apabila ada bahaya mengancam, tapi bukan berarti harus ikutan panik.

Ada beberapa fase dalam covid19 ini, menurut kicknews.today ada fase resah, panik, menerima situasi, mengatur ulang, adaptasi dan pemulihan. Situasi resah dan panik sudah lewat, selanjutnya kita harus menerima situasi.

Bagaimana menerima situasi saat ini? Dengan tetap bekerja di rumah dan beraktifitas di rumah, kita sudah meminimalisir penyebaran Covid19. Bagaimana orang yang tetap masuk kerja dan bekerja di luar? tetap memakai masker, jaga jarak dengan orang lain dan rajin mencuci tangan, serta jangan sering memegang muka.

Bagaimana cara waspada selama pandemi covid19 ini?

  1. Menjaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, tidur yang cukup dan olahraga teratur di dalam rumah
  2. Jika berada di luar rumah, tetap memakai masker (disarankan kain), rajin cuci tangan memakai sabun/hand sanitizer, jangan sering memegang muka dan tetap physical distance
  3. Menjaga kebersihan di dalam rumah, agar tidak terkena penyakit lain semisal demam berhadar
  4. Tetap beribadah, beraktifitas di dalam rumah
  5. Periksa kesehatan (Rapid Test) di Rumah sakit yang menyediakan tes Covid19.

Waspada adalah keharusan, bila itu memungkinkan, maka Rapid Test dirasa amat perlu pada saat pandemi seperti ini. Tidak ada gejala bukan berarti kita aman, bahkan beberapa pasien terpapar positif Covid19 tanpa gejala apapun.

Bagaimana mengetahui rumah sakit yang menyediakan rapid test di Rumah Sakit Terdekat? gampang banget. Coba kalian buka website atau aplikasi halodoc.com Klik Rumah sakit, dan aktifkan GPS untuk melacak lokasi kalian berada. Secara otomatis, kita akan diberikan lokasi Rumah Sakit terdekat untuk melakukan Rapid Test.

Tanpa perlu klik lokasi dan bermodalkan gps yang aktif, secara otomatis daftar rumah sakit bisa terdeteksi. Total ada 3 rumah sakit di dekat rumah saya.

Selesai mencari rumah sakit terdekat, saya lalu klik membuat janji, dan ada beberapa jadwal yang dapat kita pilih untuk membuat jandi rapid test ini.

Selanjutnya, setelah pilih jadwal untuk rapid test, kita tinggal memasukan nomor hp, untuk verifikasi dan menyetujui rapid test yang sudah dipilih jadwalnya. Gampang kan? ga cuman di website, bisa juga di aplikasi yang tersedia di apple store dan play store.

Kita sebagai manusia, memang tidak boleh pasrah dengan keadaan, kita harus kerikhtiar dan berusaya supaya bisa melewati pandemi covid19 ini. Semoga pandemi Covid19 ini segera berakhir dan kita bisa hidup normal kembali seperti semula, Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.